BERWAJAH CERIA KEPADA SESAMA MUSLIM

BERWAJAH CERIA KEPADA SESAMA MUSLIM

 

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ.(رواه مسلم).

Dari Abu Dzar dia berkata bahwa Nabi berkata kepadaku, “Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun terhadap kebaikan, walaupun kamu hanya berwajah ceria kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu.” (Hadits Riwayat Muslim)

لَا يَحْقِرَنَّ أَحَدُكُمْ شَيْئًا مِنْ الْمَعْرُوفِ وَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيَلْقَ أَخَاهُ بِوَجْهٍ طَلِيقٍ وَإِنْ اشْتَرَيْتَ لَحْمًا أَوْ طَبَخْتَ قِدْرًا فَأَكْثِرْ مَرَقَتَهُ وَاغْرِفْ لِجَارِكَ مِنْهُ.(رواه الترمذي).

“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian meremehkan sesuatupun dari amal kebaikan. Jika ia tidak mendapatkan sesuatu (untuk berbuat baik), hendaklah ia berwajah ceria terhadap temannya. Apabila kamu membeli daging atau memasak makanan di atas periuk, maka perbanyaknya kuahnya dan berikanlah dari makanan itu untuk tetanggamu.” (Hadits Riwayat Tirmidzi)

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ وَإِنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وَأَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ أَخِيكَ.(رواه الترمذي).

“Setiap kebaikan adalah sedekah. Dan di antara bentuk kebaikan adalah kamu menjumpai saudaramu dengan wajah yang menyenangkan. Dan kamu menuangkan air dari embermu ke dalam bejana milik saudaramu.” (Hadits Riwayat Tirmidzi)

Faedah Hadits:

1. Hadits di atas menjelaskan semua kebaikan adalah sedekah, sedikit atau banyak tidak boleh kita meremehkannya meskipun hanya berwajah ceria, gembira ketika bertemu saudara muslim. Adapun kepada orang kafir kita mengharapkan keislamannya.

2. Termasuk kebaikan adalah berbuat baik dengan tetangganya misalnya diperhatikan sudah makan atau belum, fakir atau tidak dan seterusnya. Kalau kita memasak diperbanyak dan dibagi ke tetangganya.

3. Wajah yang berseri-seri ceria dapat menimbulkan rasa senang, kemuliaan, keluasan dada, saling kasih sayang dan terwujud ukhuwah Islamiyah.

4. Orang kalau tidak ramah/ceria dengan orang maka orang lain pasti lari dan ini berbahaya bagi seseorang terlebih jika dia seorang da’i/ustadz.

5. Pintu-pintu kebaikan itu banyak misalnya wajah yang ceria, murah senyum, ataupun berbuat baik dengan tetangga.

6. Ma’ruf atau kebaikan itu bisa datang dari lisan, tangan, atau perbuatan misalnya sikap suka menolong, suka sedekah, dan lain-lain.

***
Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab “Al-arba’una Haditsan Fi Fadl Salamat Al-sadr Wal-asbab Al-mu’ayanat ‘Alaa Tahqiqiha”, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta

Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )