Faedah Hadits: APAKAH UCAPAN SALAM HANYA UNTUK YANG DIKENAL?

Faedah Hadits: APAKAH UCAPAN SALAM HANYA UNTUK YANG DIKENAL?

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin ‘Amru radhiyallahu ‘anhuma; ada seseorang yang bertanya kepada Nabi , “Islam manakah yang paling baik?” Nabi menjawab, “Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.” (Hadits Riwayat Bukhari)

عَنْ اِبْنُ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ إِذَا كَانَتْ التَّحِيَّةُ عَلَى الْمَعْرِفَةِ (رواه أحمد)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dari tanda-tanda kiamat adalah apabila ucapan salam hanya kepada orang yang dikenal.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Dalam Riwayat yang lain:

أَنْ يُسَلِّمَ الرَّجُلُ عَلَى الرَّجُلِ لَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلَّا لِلْمَعْرِفَةِ (رواه أحمد)

“Sesungguhnya dari tanda-tanda hari kiamat adalah seseorang memberi salam kepada seseorang dan tidak memberi salam kecuali kepada yang dikenal.” (Hadits Riwayat Ahmad)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ وَتَفْشُو التِّجَارَةُ حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ وَتُقْطَعُ الْأَرْحَامُ (رواه أحمد)

Rasulullah bersabda, “Menjelang hari kiamat ucapan salam hanya kepada orang khusus (dikenal), menyebarnya perdagangan hingga wanita membantu suaminya berdagang dan terputusnya tali persaudaraan.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Fawaid hadits:

1. Para sahabat bersemangat untuk mendapatkan pahala sehingga bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang banyak pahalanya.

2. Dijawab oleh Rasulullah yaitu memberi makan orang yang membutuhkan. Tentu yang diutamakan adalah keluarga yang paling dekat.

3. Memberi ucapan salam kepada sesama muslim baik yang dikenal atau tidak dikenal. Hal ini termasuk menyebarkan syariat-syariat Islam.

4. Menyebarkan ucapan salam kepada yang dikenal atau tidak dikenal mempunyai pengaruh yaitu menautkan hati-hati antara satu dengan yang lainnya, menghilangkan suuzhzhan dan saling mencintai di antara kita.

5. Memberi ucapan salam menunjukkan sifat tawadhu’, saling mencintai, dan menghilangkan kotoran-kotoran dalam hati.

6. Hadits ini mengumpulkan antara perkataan (salam) dan perbuatan (bersedekah), berarti Islam memperhatikan kondisi sosial di masyarakat.

7. Yang dimaksud memberi makan meliputi menjamu tamu ataupun bersedekah kepada tetangga.

Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab “Al-Arba’una Haditsan fi Raf’id Darajat wa Takfiris Sayi-at”, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta
Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )