Faedah Hadits: DOA AGAR MEMILIKI HATI YANG SELAMAT

Faedah Hadits: DOA AGAR MEMILIKI HATI YANG SELAMAT

 

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا كَنَزَ النَّاسُ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ فَاكْنِزُوا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Rasulullah bersabda, “Jika manusia telah menyimpan emas dan perak, maka simpanlah kalimat-kalimat doa ini; “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta ketetapan dalam perintah dan berazam di atas petunjuk. Aku meminta kepada-Mu untuk bersyukur pada nikmat-Mu. Aku meminta kepada-Mu kesempurnaan ibadah kepada-Mu. Aku meminta kepada-Mu hati yang bersih. Aku meminta kepada-Mu lidah yang jujur. Aku meminta kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang Engkau ketahui. Aku meminta ampun kepada-Mu atas apa (dosa) yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah yang mengetahui hal-hal yang ghaib.” (Hadits Riwayat Ahmad nomor: 16491; syaikh al-Albani telah menshahihkannya)

Penjelasan Hadits:

Bimbingan Nabi kepada sahabat Syadad bin Aus radhiyallahu ‘anhu tatkala melihat manusia berlomba-lomba mencari harta dunia, seperti menabung emas dan perak; untuk menabung dengan doa dengan ungkapan yang pendek, seperti dikokohkan dalam beragama, dikaruniai hati yang selamat, tidak mendengki, tidak membenci, meminta lisan yang jujur, memohon ampun dari dosa-dosa yang kita tidak menyadarinya, dan Allah subhanahu wa ta’ala tahu itu sebagai dosa.

Faedah Hadits:

1. Nabi membimbing para sahabatnya kepada kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat; tatkala mereka sedang berlomba-lomba mencari dunia.

2. Di antara doa yang penting untuk kita panjatkan adalah permohonan untuk diberikan hati yang selamat dan lisan yang jujur.

3. Doa itu lebih baik untuk dijadikan sebagai tabungan, dari pada menabung emas dan perak.

4. Jangan lupakan untuk senantiasa berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, yakin, hati yang khusu` dan penuh harap.

***
Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah dari Kitab “Al-Arba’una Haditsan fil Madhi wadz Dzammi”, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta
Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )