Faedah Hadits: MENITIP UCAPAN SALAM

Faedah Hadits: MENITIP UCAPAN SALAM

 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى تُرِيدُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه البخاري)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi berkata kepadanya, “Wahai ‘Aisyah, ini Jibril datang menyampaikan salam kepadamu”. ‘Aisyah berkata, “Wa’alaihis salaam wa rahmatullahi wa barakatuh (“Dan baginya keselamatan dan rahmat Allah serta barakah-Nya”). “Dia melihat apa yang aku tidak lihat”. Yang ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha maksudkan adalah Rasulullah ﷺ. (Hadits Riwayat Bukhari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Malaikat Jibril ‘alaihis salam mendatangi Nabi lalu berkata, “Wahai Rasulullah , Ini Khadijah, datang membawa bejana berisi lauk pauk atau makanan atau minuman. Bila nanti dia sudah menjumpaimu, sampaikan salam dari Rabb-Nya dan dariku dan berilah kabar gembira kepadanya dengan rumah di surga yang terbuat dari mutiara yang isinya tidak ada suara hiruk pikuk dan kelelahan.” (Hadits Riwayat Bukhari)

عَنْ غَالِبٍ قَالَ إِنَّا لَجُلُوسٌ بِبَابِ الْحَسَنِ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ بَعَثَنِي أَبِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ائْتِهِ فَأَقْرِئْهُ السَّلَامَ قَالَ فَأَتَيْتُهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَبِي يُقْرِئُكَ السَّلَامَ فَقَالَ عَلَيْكَ السَّلَامُ وَعَلَى أَبِيكَ السَّلَامُ (رواه أبو داود)

Dari Ghalib ia berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama-sama di pintu Al Hasan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang seraya berkata, “Bapakku menceritakan kepadaku dari kakekku. Ia mengatakan, “Bapakku mengutusku untuk menemui Rasulullah , ia berkata, “Datangilah Rasulullah dan ucapkan salam kepadanya.” Aku lalu mendatangi beliau dan berkata, “Sesungguhnya bapakku menitipkan salam untukmu.” Beliau lalu bersabda, “Alaikassalam wa ‘Ala Abiikassalam (semoga keselamatan tercurahkan kepada kamu dan bapakmu).” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Fawaid hadits:

1. Dibolehkannya menitipkan ucapan salam secara lisan kepada orang lain dan wajib dijawab dengan lisan juga.
Contoh:
a. Jibril mengirimkan salam kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha melalui Rasulullah .
b. Allah subhanahu wa ta’ala dan Jibril mengirimkan salam kepada Khadijah radhiyallahu ‘anha melalui Rasulullah .
c. Seseorang menyampaikan ucapan salam dari bapaknya kepada Rasulullah , yang kemudian dijawab, “Wa’alaikumussalam ‘ala abikassalam.

2. Keutamaan besar pada diri Ummul Mukminin Khadijah dan Aisyah.

3. Disyariatkannya mengirimkan ucapan salam dan menjawabnya.

4. Penjelasan tentang tata cara menyampaikan ucapan dan cara menjawabnya.

Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab “Al-Arba’una Haditsan fi Raf’id Darajat wa Takfiris Sayi-at”, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta
Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )