Faedah Hadits: SEDEKAH UNTUK ANGGOTA BADAN

Faedah Hadits: SEDEKAH UNTUK ANGGOTA BADAN

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya sedekah pada setiap hari terbitnya matahari. Seseorang yang mendamaikan antara dua orang yang bertikai adalah sedekah, dan menolong seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya lalu mengangkat barang-barangnya ke atas hewan tungganyannya adalah sedekah, dan ucapan yang baik adalah sedekah, dan setiap langkah yang dijalankan menuju shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang bisa menyakiti atau menghalangi orang dari jalan adalah sedekah.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Faedah Hadits:

1. Rasulullah memberi informasi bahwa setiap ruas di tubuh manusia wajib disedekahi. Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan cara bersedekah untuk anggota badan, yaitu melakukan beragam amal kebaikan, selain amal yang wajib juga bisa dengan sedekah anggota badan. Contoh:

  • Mendamaikan di antara dua orang yang bermusuhan.
  • Menolong orang menaiki kendaraannya.
  • Membantu mengangkatkan barang bawaan orang ke atas kendaraannya.
  • Berkata yang baik, berbicara yang bermanfaat atau ungkapan kalimat-kalimat tauhid.
  • Berjalan kaki menuju masjid.
  • Menyingkirkan duri, batu, kotoran dari jalan.
  • Memberi minum kepada sesama.

2. Apa saja yang ada di badan kita adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dari hati, akal, pandangan, penglihatan, atau semua panca indera. Atas semua itu kita dituntut untuk selalu bersyukur dengan melakukan amal ketaatan (baik dan ikhlas).

3. Rahmat Allah subhanahu wa ta’ala sangatlah luas tak bertepi, segenap amal kebaikan kita ini tidak akan bisa mengimbanginya.

***
Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc. Hafizhahullah, dari Kitab “Al-Arba’una Haditsan fi Fadhli Saqiyal Ma’ wa Adabis Ti’malihi “, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta
Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )