Jangan Lupa Untuk Selalu Intropeksi Diri

Jangan Lupa Untuk Selalu Intropeksi Diri

Allah azza wa jalla berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

[QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18]

Ayat ini merupakan pengingat bagi orang yang beriman untuk melakukan muhasabah (introspeksi atau evaluasi diri).

Hari esok bagi setiap orang itu sesuatu yang tidak diketahui dan tidak bisa ditebak. Bisa jadi hari esok bagi seseorang itu hari lusa, atau bulan depan atau tahun depan. (Hari esok bisa dipahami hari setelah kematian, yang namanya kematian adalah hal yang musterius, penj)

Di dalam ayat lain Allah berfirman :

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِ ۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِ ۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۗ وَّمَا تَدْرِيْ نَـفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”

[QS. Luqman 31: Ayat 34]

Saat introspeksi diri, hendaknya setiap jiwa memperhatikan hadits “apabila telah datang waktu sore (untuk beramal) jangan menunggu waktu pagi.

? Cara introspeksi diri :

▪Melihat amal sholeh apa saja yang telah dia kerjakan di waktu yang telah berlalu dari hidupnya, melihat kewajiban kewajiban yang Allah bebankan kepadanya, apakah sudah dilakukan atau belum, dan melihat apakah masih ada larangan larangan Allah yang dia langgar.

▪Diantara hal yang perlu dievaluasi adalah tentang ibadah sholat yang kita kerjakan setiap harinya.. Sudahkah kita mengerjakannya dengan baik, menunaikan rukun rukunnya, kewajiban kewajibannya, dan menjaga waktunya.

Setelah introspeksi, apabila seseorang mendapatkan kebaikan (dia telah melaksanakan yang wajib dan meninggalkan yang haram) pada dirinya hendaknya dia memuji Allah dan memohon kepada-Nya keistiqomahan, apabila dia mendapatkan dirinya banyak melakukan kemaksiatan maka segera dia bertaubat sebelum tertutup pintunya.

[Faedah dari ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Prof.Dr Abdurrazzaq hafidzahullah]

Para pembaca di dunia ini hanya ada amal tanpa ada hisab. Besok di akherat hanya ada hisab tanpa ada kesempatan lagi untuk beramal.

Jangan lagi ada diantara kita yang menunda taubat atau menunda untuk beramal sholeh, kita semua tidak tau apakah masih ada hari esok.

Muhasabah atau evaluasi diri itu tidak boleh dikhususkan pada akhir tahun, namun muhasabah kita lakukan setiap hari atau setiap saat.

? Ustadz Budi Santoso, Lc, M.Pd حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى

sumber: Group WA Suara Al-Iman

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )