MESKIPUN DOSA SETINGGI LANGIT, TETAPLAH BERDOA DAN MEMINTA AMPUNAN

MESKIPUN DOSA SETINGGI LANGIT, TETAPLAH BERDOA DAN MEMINTA AMPUNAN

Hari-hari banyak waktu yang bisa kita gunakan untuk berdoa. Berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sering-sering berharap kepada-Nya. Memperbanyak permohonan ampun kepada Allah. Semuanya bisa menjadi wasilah datangnya ampunan meski dosanya melangit. Satu riwayat tentang hal ini disampaikan oleh sahabat Rasulullah, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, di bawah ini:

أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Anas bin Malik ia berkata, saya mendengar Rasulullah berkata, “Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak perduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku niscaya aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan kepenuh bumi kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.” (Shahih at-Tirmidzi No. 3540)

Fawaid Hadits:

1. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta Maha Pengampun.

2. Keutamaan orang yang bertauhid tidak peduli berapa dosa-dosanya baik kecil atau besar asal minta ampun akan diampuni.

3. Menunjukkan bahaya syirik yang tidak bertobat sebelum meninggal.

 

Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab “Al-Arba’una Haditsan fil Madhi wadz Dzammi”, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta
Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )