PARA NABI MEWARISKAN ILMU BUKAN DINAR DAN DIRHAM

PARA NABI MEWARISKAN ILMU BUKAN DINAR DAN DIRHAM

Islam adalah agama yang dibangun di atas ilmu, dan ilmu diperoleh dengan belajar. Banyak kisah heroik penuh haru dari para ulama dalam menapaki lelahnya mencari ilmu. Ternyata mencari ilmu mempunyai keutamaan yang besar. Tak heran bila orang-orang baik begitu bersemangat dalam mencari ilmu. Salah satunya seperti yang diriwayatkan oleh Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, di bawah ini:

عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ (رواه أبو داود)

Abu Darda berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridhaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu akan dimohonkan ampunan oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Dawud no.3641, dan Ibnu Majah disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihut Tirmidzi no. 2682, Shahih Ibnu Majah no. 183, Shahihul Jami’ no. 6297, dan Shahihut Targhib no. 70)

Fawaid Hadits:

1. Ilmu menjadi cahaya bagi orang yang berakal dan penerang bagi kemajuan.

2. Ilmu menegakkan kekokohan agama dan memakmurkan bumi.

3. Riwayat tersebut dikisahkan oleh Qais bin Kabir dalam riwayat Imam Tirmidzi. Ada seorang laki-laki menghadap Abu Darda radhiyallahu ‘anhu di Masjid Damaskus kemudian minta riwayat Hadits dari Rasulullah . Abu Darda memastikan bahwa orang tersebut datang semata-mata untuk mencari Hadits Nabi, baru kemudian menyampaikan Hadits tersebut di atas.

4. Menempuh jalan belajar bisa dengan berjalan ataupun naik kendaraan.

5. Ilmu yang dicari adalah ilmu yang bermanfaat dilandasi ikhlas karena Allah.

6. Jalan menuju surga artinya mendapatkan taufik dari Allah sehingga di akhirat kelak akan mendapatkan dapat surga.

7. Orang-orang yang berilmu akan dimintakan ampunan para makhluk baik yang berada di langit dan di bumi, bahkan ikan yang ada di dalam laut.

8. Orang yang berilmu mempunyai keutamaan lebih dibanding ahli ibadah yang tidak berilmu, laksana bulan purnama dan bintang-bintang di langit.

9. Para ulama adalah pewaris para nabi, mewarisi ilmu karena para nabi tidak mewariskan harta.

10. Hadits ini mengajak kepada muslim untuk mencari ilmu syar’i khususnya.

11. Keutamaan para guru dan murid mendapatkan doa-doa orang yang berada di langit dan di bumi, sampai semut yang berada di lubangnya. Mereka akan dimudahkan jalan masuk surga.

Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nida’ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab “Al-Arba’una Haditsan fi Raf’id Darajat wa Takfiris Sayi-at”, karya: Syaikh Sa’ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta
Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )