TAFSIR AL-MUYASAR SURAT AL-BAQARAH AYAT 6-10

TAFSIR AL-MUYASAR SURAT AL-BAQARAH AYAT 6-10

Al Baqarah(2) ayat:6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Tafsir:

Sesungguhnya orang-orang yg mengingkari apa yg rabbmu turunkan kepadamu karena kesombongan atau keangkuhan, mereka tidak akan beriman, baik engkau memperingatkan dan menakut-nakuti mereka wahai Rasul dari siksa Allah atau engkau tidak melakukan hal itu, karena mereka tetap akan bersihkukuh di atas ke batilan yg mereka pegang.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishak, dari Muhammad bin Abu Ikrimah, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah, Sesungguhnya orang-orang yang kafir.. (Q.S. Al-Baqarah 6) sampai akhir dua ayat. Kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi Madinah. Diketengahkan dari Rabi` bin Anas, Dua ayat diturunkan tentang memerangi kaum sekutu, yaitu, Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja halnya bagi mereka, sampai dengan …dan bagi mereka disediakan siksa yang keras. (Q.S. Al-Baqarah 6-7).

Al Baqarah(2) ayat:7

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka [20], dan penglihatan mereka ditutup [21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

[20] Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan berbekas padanya.
[21] Maksudnya: mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al-Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

Tafsir:

Allah Subhanahu Wa Taala telah menutup rapat-rapat hati dan pendengaran mereka. Allah telah meletakkan penutup di depan pandangan mata mereka di sebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran mereka setelah sebelumnya mereka mengetehui kebenaran, sehingga Allah Subhanahu Wa Taala tidak membimbing mereka kepada petunjuk, dan bagi mereka siksa yang berat di dalam api Neraka Jahannam .

Al Baqarah(2) ayat:8

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِين

TERJEMAH :

Di antara manusia ada yang mengatakan: Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian [22], pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.

Tafsir:

Di antara manusia ada sekelompok orang yang ragu-ragu dan bimbang di antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir,mereka adalah orang-orang munafik yang berkata dengan lisan mereka,kami mempercayai Allah dan hari akhir.Namun dalam hati mereka ber dusta, mereka tidak beriman.

Al Baqarah(2) ayat:9

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

TERJEMAH :

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

Tafsir:

Karena kebodohan, mereka meyakini bahwa mereka bisa menipu Allah dan orang-orang beriman hanya dengan menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, karena akibat tipuan mereka akan kembali mepada diri mereka sendiri. Karena kebodohan mereka yang sangat, mereka tidak menyadari hal itu. Di sebabkan hati mereka benar-benar rusak .

Al Baqarah(2) ayat:10

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

TERJEMAH :

Dalam hati mereka ada penyakit [23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

[23] Yakni keyakinan mereka terdahap kebenaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa sallam lemah. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi Sallallahu Alaihi wa sallam , agama dan orang-orang Islam.

Tafsir:

Dalam hati mereka mendekam kebimbangan dan kerusakan, sehingga mereka didera kemaksiatan yang menyebabkan hukuman atas mereka. Maka Allah menambah kebimbangan di atas kebimbangan mereka, mereka yang meraih hukuman yang menyakitkan disebabkan oleh kedustaan dan kemunafikan mereka.

Dikutip dari kitab Tafsir Al-Muyassar Jilid 1, Penulis Syaikh Bakar Abu Zaid, Penerbit : An-Naba’

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )