
DIAMLAH KALA MARAH MELANDA
Marah memang kadang dating menyusup ke dalam jiwa seseorang. Jika terbawa emosinya maka ucapan dan perbuatan akan keluar begitu saja. Marah malah semakin membara. Karena itu saat marah dating menggoda, diamlah. Menahan diri untuk tidak berkata dan berbuat.
Kalau kita berusaha menahan diri dari berkata dan berbuat saat marah mendera, berusaha menolak pengaruh jeleknya maka insyaallah marah tersebut akan segera mereda. Kembali seperti keadaan sedang tidak marah, sebagaimana petunjuk dalam ayat di bawah ini:
ููุฅูุฐูุง ู
ูุง ุบูุถูุจููุง ููู
ู ููุบูููุฑูููู
โ...dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.โ (Asy-Syura:37)
ููุงููููุงุธูู
ูููู ุงููุบูููุธู ููุงููุนูุงููููู ุนููู ุงููููุงุณู ููุงููููู ููุญูุจูู ุงููู
ูุญูุณูููููู
โ...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.โ (Ali Imran:134)[1]
Orang yang marah hendaknya memperbanyak ber-taโawwudz. Memohon perlindungan kepada Allah dihindarkan dari pengaruh bisikan setan. Karena setan senang dengan perselisihan dan permusuhan. Setan akan semakin mudah mempengaruhi ketika orang sedang marah. Setan akan mendorong orang tersebut untuk mengeluarkan kata-kata atau perbuatan yang kotor, jelek, dan rendahan.
ุนููู ุณูููููู
ูุงูู ุจููู ุตูุฑูุฏู ุฑูุฌูููุง ู
ููู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุงุณูุชูุจูู ุฑูุฌูููุงูู ุนูููุฏู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุบูุถูุจู ุฃูุญูุฏูููู
ูุง ููุงุดูุชูุฏูู ุบูุถูุจููู ุญูุชููู ุงููุชูููุฎู ููุฌููููู ููุชูุบููููุฑู ููููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅููููู ููุฃูุนูููู
ู ููููู
ูุฉู ูููู ููุงููููุง ููุฐูููุจู ุนููููู ุงูููุฐูู ููุฌูุฏู ููุงููุทููููู ุฅููููููู ุงูุฑููุฌููู ููุฃูุฎูุจูุฑููู ุจููููููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุงูู ุชูุนููููุฐู ุจูุงูููููู ู
ููู ุงูุดููููุทูุงูู ููููุงูู ุฃูุชูุฑูู ุจูู ุจูุฃูุณู ุฃูู
ูุฌูููููู ุฃูููุง ุงุฐูููุจู
Sulaiman bin Shurd seorang sahabat Nabi shallallahu โalaihi wa sallam berkata, "Dua orang laki-laki saling memaki di hadapan Nabi shallallahu โalaihi wa sallam. Salah seorang di antara keduanya tampak sangat marah hingga mukanya berubah menjadi merah. Lalu Rasulullah bersabda, โSungguh aku mengetahui satu kalimat yang seandainya diucapkan, maka marahnya akan hilang." Orang yang mendengar ucapan beliau beranjak pergi dan mengabarkan nasihat Nabi shallallahu โalaihi wa sallam kepadanya, katanya, โBerlindunglah kepada Allah dari setan!โ Pria yang marah tersebut berkata, 'Apakah kamu menganggap saya ada masalah? Sudah gilakah saya? Pergilah sana!"[2]
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam menjelaskan hadits di atas berkata, โSungguh marah yang bukan karena Allah akan mudah disusupi setan. Orang yang sedang marah hendaknya membaca โaโudzu billahi minasy syaithanir rajimโ. Dengan taโawwudz tersebut maka rasa marah akan mereda.
Adapun perkataan laki-laki yang disebutkan tampak sangat marah dalam hadits tersebut โapakah kamu menganggap saya sudah gila?โ menunjukkan kualitas orangnya. Kalimat tersebut tidak keluar kecuali dari orang yang tidak paham agama atau tidak tersentuh cahaya syariat yang mulia ini. Dirinya menganggap bahwa minta perlindungan kepada Allah dari setan hanyalah untuk orang gila saja. Dikiranya marah itu bukan karena pengaruh setan. Jadi orang tersebut tampak hilangkeseimbangannya, ucapannya buruk, perbuatannya tercela, dan cenderung membalas untuk menyakit. Banyak keburukan yang dilakukan oleh dorongan rasa marah.
Inilah rahasia mengapa ketika Rasulullah dimintai nasihat, maka beliau memberikan nasihat agar tidak marah. Karena beliau tahu orang yang meminta nasihat adalah orang yang suka marah. Untuk menekankan betapa penting pesan tersebut beliau mengulangi hingga tiga kali. Ini menunjukkan bahwa kerusaka akibat luapan marah sangat serius.[3]
Sebagian orang mengira bahwa keperkasaan adalah dengan kekuatan berkelahi. Sementara kalau menurut Rasulullah kekuatan itu ada pada batas dia menahan rasa marah. Hal ini beliau nyatakan dalam sebuah hadits:
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ููููุณู ุงูุดููุฏููุฏู ุจูุงูุตููุฑูุนูุฉู ุฅููููู
ูุง ุงูุดููุฏููุฏู ุงูููุฐูู ููู
ููููู ููููุณููู ุนูููุฏู ุงููุบูุถูุจู
Abu Hurairah radhiyallahu โanhu menyampakain bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, "Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah."[4]
Memang yang namanya asshurโah (gulat) perlu tenaga dan kekuatan sehingga bisa mengalahkan. Ini yang umum di kalangan manusia. Oleh beliau shallallahu โalaihi wa sallam mengoreksi hal tersebut bahwa kekuatan sejatinya bukanlah dalam hal itu, tetapi orang yang bisa menahan dirinya saat marah.
ุนููู ุงุจููู ุนูู
ูุฑู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ู
ูุง ู
ููู ุฌูุฑูุนูุฉู ุฃูุนูุธูู
ู ุฃูุฌูุฑูุง ุนูููุฏู ุงูููููู ู
ููู ุฌูุฑูุนูุฉู ุบูููุธู ููุธูู
ูููุง ุนูุจูุฏู ุงุจูุชูุบูุงุกู ููุฌููู ุงูููููู
Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada kekuatan menahan yang pahalanya lebih besar di sisi Allah daripada kekuatan menahan amarah seorang hamba demi berharap atas wajah Allah."[5]
Itulah menahan diri yang paling utama. Yaitu menahan amarahnya dan tidak melampiaskan dendamnya demi demi terjaga agamanya atau karena mencari ridha dan pahala Allah akan mendapatkan keutamaan dan derajat yang tinggi. Kemudian Nabi menggambarkan bahwa dalam hal ini tidak terlepas dari dua hal: berhubungan dengan lisan dan terkait dengan anggota badan (tangan dan kaki).
Pertama terkait dengan lisan
Tentang hal ini disinggung dalam Al-Musnad karya Imam Hamad. Sebuah riwayat dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah bersabda,
ููุฅูุฐูุง ุบูุถูุจู ุฃูุญูุฏูููู
ู ููููููุณูููุชู
โJika salah seorang di antara kalian marah maka hendaklah dia diam!"[6]
Hadits ini menunjukkan bahwa pada waktu marah sebaiknya tidak berbicara; berusahalah untuk diam. Karena kalau berbicara akan semakin banyak keluar kata yang biasanya tidak terpuji; bisa kata-kata celaan, cacian, makian, umpatan, hinaan, laknat atau kalimat kotor & jorok.
Kedua terkait dengan perbuatan
Masih dari Al-Musnad yang sama. Sebuah hadits yang berasal dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda,
ุฅูุฐูุง ุบูุถูุจู ุฃูุญูุฏูููู
ู ูููููู ููุงุฆูู
ู ููููููุฌูููุณู ููุฅููู ุฐูููุจู ุนููููู ุงููุบูุถูุจู ููุฅููููุง ููููููุถูุทูุฌูุนู
"Jika salah seorang di antara kalian marah sementara dalam keadaan berdiri hendaklah segera duduk semoga kemarahan itu reda; jika tidak hendaklah berbaring."[7]
Begitu pula jika sedang menghadapi orang yang sangat marah hendaknya menjauhkan diri, mungkin bisa membantunya untuk meredakan dia. Sekiranya memungkinkan kalau masih marah juga diminta baik-baik agar duduk atau berbaring.
Kesimpulannya: Apapun jenis marahnya hendaknya seseorang menahan diri agar tidak terlepas mengikuti kemarahan. Baik ucapan maupun perbuatan. Tahan terus hingga marah mereda. Ini adalah hakikat kekuatan; menahan diri saat sedang marah.
Prinsip yang harus dipegang oleh kita semua muslim adalah tidak terburu-buru. Karena tergesa-gesa itu adalah dari setan. Demikian juga tergesa-gesa bertindak dan berucap saat sedang marah akan mudah disetir oleh setan. Ada sebuah wejangan dari Rasulullah,
ุงูุชููุฃููููู ู
ููู ุงููููุ ููุงููุนูุฌูููุฉู ู
ููู ุงูุดููููุทูุงูู
โBersikap hati-hati tidak tergesa-gesa adalah dari Allah, sementara terburu-buru itu dari pengarush setan.โ[8]
Orang hendaknya berpikir matang-matang sebelum bertindak dan memperhatikan akibatnya sebelum berbuat. Dengan demikian dirinya akan selamat dari marah dan akibat lanjutannya. Ini adalah sikap dan perangai yang terpuji. Rasullah bersabda,
ุงูุณููู
ูุชู ุงููุญูุณููู ููุงูุชููุคูุฏูุฉู ููุงููุงููุชูุตูุงุฏู ุฌูุฒูุกู ู
ููู ุฃูุฑูุจูุนูุฉู ููุนูุดูุฑูููู ุฌูุฒูุกูุง ู
ููู ุงููููุจููููุฉู
โPerangai yang baik, sifat kehati-hatian, dan tidak berlebihan merupakan bagian dari dua puluh empat bagian dari sifat kenabian."[9]
Assamtul Hasan adalah jalan yang diridhai; berjalan dengan tenang dan rendah hati.
Attu-adatu adalah bersikap lembut, sabar, jauh dari sifat bodoh dan keras.
Al-Iqtishadu adalah bersikap tengah-tengah moderat jauh dari ekstrim.
Perkataan ujung hadits tersebut menandaskan bahwa hal tersebut merupakan sifat mulia dan karakter agung para nabi. Hendaknya kita mencoba untuk meneladani sifat para nabi tersebut.
ุฃููููููุฆููู ุงูููุฐูููู ููุฏูู ุงููููู ููุจูููุฏูุงููู
ู ุงููุชูุฏููู
โMereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.โ (Al-Anโam:90).
Bagaimana kita mewujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari agar mendapatkan keselamatan dari sambaran api amarah? Kita mesti membiasakan diri mempunyai sifat lembut dalam berbagai urusan. Sikap lembut adalah sifat agung yang dicintai Allah untuk dipunyai oleh para hamba-Nya. Rasulullah bersabda,
ููุง ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฅูููู ุงูููููู ุฑูููููู ููุญูุจูู ุงูุฑูููููู ููููุนูุทูู ุนูููู ุงูุฑูููููู ู
ูุง ููุง ููุนูุทูู ุนูููู ุงููุนููููู ููู
ูุง ููุง ููุนูุทูู ุนูููู ู
ูุง ุณูููุงูู
"Hai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah akan memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya."[10]
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุง ููุงููุชู ุงุณูุชูุฃูุฐููู ุฑูููุทู ู
ูููย ุงูููููููุฏู ุนูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุงูููุง ุงูุณููุงู
ู ุนููููููู ููููููุชู ุจููู ุนูููููููู
ู ุงูุณููุงู
ู ููุงููููุนูููุฉู ููููุงูู ููุง ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฅูููู ุงูููููู ุฑูููููู ููุญูุจูู ุงูุฑูููููู ููู ุงููุฃูู
ูุฑู ููููููู ููููุชู ุฃูููููู
ู ุชูุณูู
ูุนู ู
ูุง ููุงูููุง ููุงูู ููููุชู ููุนูููููููู
ู
Aisyah radliallahu 'anha menceritakan bahwa sekelompok orang Yahudi meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengucapkan 'Assamu 'alaika (semoga kematian tertimpa kepada kalian), saya menjawab, 'Bal 'alaikumus sam wal la'nah (Bahkan untuk kalianlah kematian dan laknat).' Maka Nabi berujar, 'Wahai Aisyah sesungguhnya Allah menyukai kelembutan dalam segala urusan.' Saya menjawab, 'Tidakkah engkau mendengar apa yang mereka ucapkan? ' Beliau menjawab, "Saya pun sudah menjawabnya: wa'alaikum (bahkan untuk kalian)."[11]
Alangkah eloknya seseorang apabila kelembutan itu dimilikinya. Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu tidak lain akan menghiasinya dan sebaliknya. Seseorang yang mendapatkan anugerah sifat lembut maka dia telah mendapatkan semua kebaikan. Sebaliknya, yang tidak mendapatkan sifat kelembutan berarti tidak mendapatkan kebaikan. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah:
ู
ููู ููุญูุฑูู
ู ุงูุฑูููููู ููุญูุฑูู
ู ุงููุฎูููุฑู. (ุฑูุงู ู
ุณูู
).
โBarangsiapa dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti ia dijauhkan dari kebaikan.'"[12]
ุฅูููู ุงูุฑูููููู ููุง ููููููู ููู ุดูููุกู ุฅููููุง ุฒูุงูููู ููููุง ููููุฒูุนู ู
ููู ุดูููุกู ุฅููููุง ุดูุงูููู. (ุฑูุงู ู
ุณูู
).
"Sesungguhnya kasih sayang itu tidak akan berada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, jika kasih sayang itu dicabut dari sesuatu, melainkan ia akan membuatnya menjadi buruk."[13]
ุงุฑูููููู ููุฅูููู ุงูููููู ุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุจูุฃููููู ุจูููุชู ุฎูููุฑูุง ุฏููููููู
ู ุนูููู ุจูุงุจู ุงูุฑูููููู. (ุฑูุงู ุฃุญู
ุฏ).
"Berbuatlah baik wahai Aisyah, karena apabila Allah menghendaki suatu keluarga menjadi baik, Dia akan menunjuki mereka pintu kelembutan."[14]
Kelembutan di saini adalah meliputi lembut dalam perkataan dan perbuatan, lawan sifat dan sikap keras & kaku. Sifat lembut bisa menghiasi semua urusan, membuat hidup lebih indah, menyempurnakan keimanan, sebagai pertanda seseorang mempraktikkan kebaikan, sekaligus mempercantik tujuannya di dunia dan akhirat.
Memang sifat lembut telah melekat pada jiwa nabi kita Muhammad. Kalau kita perhatikan riwayat perjalanan hidup beliau dipenuhi dengan keindahan kelembutan dan kasih saying, akhlak yang mulia, dan adab yang sempurna. Dan, beliau adalah suri teladan kita sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:
ููููุฏู ููุงูู ููููู
ู ููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูุณูููุฉู ุญูุณูููุฉู ูููู
ูู ููุงูู ููุฑูุฌูู ุงูููููู ููุงููููููู
ู ุงููุขุฎูุฑู
โSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat.โ (Al-Ahzab:21)
ููุจูู
ูุง ุฑูุญูู
ูุฉู ู
ูููู ุงููููู ูููุชู ููููู
ู ูููููู ูููุชู ููุธููุง ุบููููุธู ุงููููููุจู ูุงููููุถูููุงู ู
ููู ุญููููููู
โMaka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.โ (Ali Imran:159)
Kesaksian juga pernah disebutkan oleh orang dari kelompok kafir Quraisy. Laki-laki itu menemui Rasul, dia menceritakan bahwa tidak ada orang yang paling dibencinya di muka bumi ini selain wajah Rasul. Tiba-tiba begitu berjumpa langsung dengan beliau menyaksikan kelembutannya dalam bermuamalah seketika berubah. Sejak itu tidak ada orang yang paling dicintainya di muka bumi ini selain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููููููู ุจูุนูุซู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฎูููููุง ููุจููู ููุฌูุฏู ููุฌูุงุกูุชู ุจูุฑูุฌููู ู
ููู ุจูููู ุญููููููุฉู ุซูู
ูุงู
ูุฉู ุจููู ุฃูุซูุงูู ุณููููุฏู ุฃููููู ุงููููู
ูุงู
ูุฉู ููุฑูุจูุทูููู ุจูุณูุงุฑูููุฉู ู
ููู ุณูููุงุฑูู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููุฎูุฑูุฌู ุฅููููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุงูู ูููู ู
ูุงุฐูุง ุนูููุฏููู ููุง ุซูู
ูุงู
ูุฉู ููุงูู ุนูููุฏูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฎูููุฑู ุฅููู ุชูููุชููู ุชูููุชููู ุฐูุง ุฏูู
ู ููุฅููู ุชูููุนูู
ู ุชูููุนูู
ู ุนูููู ุดูุงููุฑู ููุฅููู ููููุชู ุชูุฑููุฏู ุงููู
ูุงูู ููุณููู ุชูุนูุทู ู
ููููู ู
ูุง ุดูุฆูุชู ููุชูุฑููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ููุงูู ุงููุบูุฏู ููุงูู ูููู ู
ูุง ุนูููุฏููู ููุง ุซูู
ูุงู
ูุฉู ููุงูู ู
ูุง ููููุชู ูููู ุฅููู ุชูููุนูู
ู ุชูููุนูู
ู ุนูููู ุดูุงููุฑู ููุฅููู ุชูููุชููู ุชูููุชููู ุฐูุง ุฏูู
ู ููุฅููู ููููุชู ุชูุฑููุฏู ุงููู
ูุงูู ููุณููู ุชูุนูุทู ู
ููููู ู
ูุง ุดูุฆูุชู ููุชูุฑููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุญูุชููู ููุงูู ุจูุนูุฏู ุงููุบูุฏู ููููุงูู ู
ูุง ุนูููุฏููู ููุง ุซูู
ูุงู
ูุฉู ููููุงูู ุนูููุฏูู ู
ูุง ููููุชู ูููู ุฅููู ุชูููุนูู
ู ุชูููุนูู
ู ุนูููู ุดูุงููุฑู ููุฅููู ุชูููุชููู ุชูููุชููู ุฐูุง ุฏูู
ู ููุฅููู ููููุชู ุชูุฑููุฏู ุงููู
ูุงูู ููุณููู ุชูุนูุทู ู
ููููู ู
ูุง ุดูุฆูุชู ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงููุทููููููุง ุจูุซูู
ูุงู
ูุฉู ููุงููุทููููููุง ุจููู ุฅูููู ููุฎููู ููุฑููุจู ู
ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููุงุบูุชูุณููู ุซูู
ูู ุฏูุฎููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููููุงูู ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููุงูููููู ู
ูุง ููุงูู ุนูููู ููุฌููู ุงููุฃูุฑูุถู ุฃูุจูุบูุถู ุฅูููููู ู
ููู ููุฌููููู ููููุฏู ุฃูุตูุจูุญู ููุฌููููู ุฃูุญูุจูู ุงููููุฌูููู ูููููููุง ุฅูููููู ูู ููุงูููููู ู
ูุง ููุงูู ู
ููู ุฏูููู ุฃูุจูุบูุถู ุฅูููููู ู
ููู ุฏูููููู ููุฃูุตูุจูุญู ุฏูููููู ุฃูุญูุจูู ุงููุฃูุฏูููุงูู ุฅูููููู ููุงูููููู ู
ูุง ููุงูู ู
ููู ุจูููุฏู ุฃูุจูุบูุถู ุฅูููููู ู
ููู ุจูููุฏููู ููุฃูุตูุจูุญู ุจูููุฏููู ุฃูุญูุจูู ุงููุจูููุงุฏู ุฅูููููู. (ุฑูุงู ุฃุญู
ุฏ).
Abu Hurairah menceritkan bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam pernah mengirim pasukan menuju Nejed. Pasukan tersebut menangkap seorang dari Bani Hanifah, Tsumamah bin Utsal pemimpin penduduk Yamamah. Orang itu mereka ikat pada salah satu tiang masjid. Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam menemuinya dan bersabda kepadanya, "Apa yang kamu miliki wahai Tsumamah?" ia menjawab, "Wahai Muhammad, aku memiliki apa yang lebih baik, jika engkau membunuhlu maka engkau telah membunuh yang memiliki darah, dan jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang bersyukur, namun jika engkau menginginkan harta maka mintalah niscaya engkau akan diberi apa saja yang engkau inginkan.โ Kemudian Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam meninggalkannya. Keesokan harinya beliau kembali menemuinya seraya bertanya, โApa yang engkau miliki wahai Tsumamah?โ Ia menjawab, โSeperti yang aku katakan, jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang bersyukur, jika engkau membunuh maka engkau membunuh yang memiliki darah, jika engkau menginginkan harta maka mintalah niscaya engkau akan diberi apa yang engkau mau.โ Lalu Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam meninggalkannya. Lagi, keesokan harinya beliau bertanya lagi, โApa yang engkau miliki wahai Tsumamah?โ Ia menjawab, "Seperti yang aku katakan, jika engkau memberi maka engkau memberi orang yang bersyukur, jika engkau membunuh maka engkau membunuh yang memiliki darah, jika engkau menginginkan harta maka mintalah niscaya engkau akan diberi apa yang engkau mau!โ Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam kemudian bersabda kepada sahabatnya, "Bawalah Tsumamah!โ Mereka pun membawanya ke sebatang pohon kurma di samping masjid, ia pun mandi dan masuk masjid kembali. Tiba-tiba ia berkata, โAku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, demi Allah, tidak ada wajah di atas bumi ini yang aku benci selain wajahmu, namun sekarang wajahmu menjadi wajah yang aku cintai dari pada yang lain. Demi Allah tidak ada agama yang aku benci selain dari agamamu, namun saat ini agamamu menjadi agama yang paling aku cintai di antara yang lain. Demi Allah tidak ada wilayah yang paling aku benci selain tempatmu, namun sekarang ia menjadi wilayah yang paling aku cintai di antara yang lain.โ[15]
Kisah dalam hadits yang diriwayatkan dari para sahabat yang menggambarkan kelembutan prinadi Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam ada banyak sekali. Kita cuplikkan beberapa di antaranya:
ุนููู ุฃูููุณู ุจููู ู
ูุงูููู ูููููู ุนูู
ูู ุฅูุณูุญููู ููุงูู ุจูููููู
ูุง ููุญููู ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ู
ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅูุฐู ุฌูุงุกู ุฃูุนูุฑูุงุจูููู ููููุงู
ู ููุจูููู ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููููุงูู ุฃูุตูุญูุงุจู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ู
ููู ู
ููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุง ุชูุฒูุฑูู
ูููู ุฏูุนูููู ููุชูุฑูููููู ุญูุชููู ุจูุงูู ุซูู
ูู ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฏูุนูุงูู ููููุงูู ูููู ุฅูููู ููุฐููู ุงููู
ูุณูุงุฌูุฏู ููุง ุชูุตูููุญู ููุดูููุกู ู
ููู ููุฐูุง ุงููุจููููู ููููุง ุงููููุฐูุฑู ุฅููููู
ูุง ูููู ููุฐูููุฑู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู ููุงูุตููููุงุฉู ููููุฑูุงุกูุฉู ุงููููุฑูุขูู ุฃููู ููู
ูุง ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ููุฃูู
ูุฑู ุฑูุฌูููุง ู
ููู ุงููููููู
ู ููุฌูุงุกู ุจูุฏููููู ู
ููู ู
ูุงุกู ููุดูููููู ุนููููููู
Anas bin Malikโyaitu pamannya Ishaqโberkata, "Ketika kami berada di masjid bersama Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang Badui yang kemudian berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berkata, 'Cukup, cukup'." Anas berkata, "Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam lantas bersabda: "Janganlah kalian menghentikan kencingnya, biarkanlah dia hingga dia selesai kencing." Kemudian Rasulullah memanggilnya seraya berkata kepadanya: "Sesungguhnya masjid ini tidak layak dari kencing ini dan tidak pula kotoran tersebut. Ia hanya untuk berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca al-Qur'an, " atau sebagaimana yang dikatakan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam. Anas melanjutkan ucapannya, "Lalu beliau memerintahkan seorang laki-laki dari para sahabat (mengambil air), lalu dia membawa air satu ember dan mengguyurnya."[16]
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุง ุฒูููุฌู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุญูุฏููุซูุชููู ุฃููููููุง ููุงููุชู ููููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ูููู ุฃูุชูู ุนููููููู ููููู
ู ููุงูู ุฃูุดูุฏูู ู
ููู ููููู
ู ุฃูุญูุฏู ููุงูู ููููุฏู ูููููุชู ู
ููู ููููู
ููู ู
ูุง ูููููุชู ููููุงูู ุฃูุดูุฏูู ู
ูุง ูููููุชู ู
ูููููู
ู ููููู
ู ุงููุนูููุจูุฉู ุฅูุฐู ุนูุฑูุถูุชู ููููุณูู ุนูููู ุงุจููู ุนูุจูุฏู ููุงููููู ุจููู ุนูุจูุฏู ููููุงูู ููููู
ู ููุฌูุจูููู ุฅูููู ู
ูุง ุฃูุฑูุฏูุชู ููุงููุทูููููุชู ููุฃูููุง ู
ูููู
ููู
ู ุนูููู ููุฌูููู ููููู
ู ุฃูุณูุชููููู ุฅููููุง ููุฃูููุง ุจูููุฑููู ุงูุซููุนูุงููุจู ููุฑูููุนูุชู ุฑูุฃูุณูู ููุฅูุฐูุง ุฃูููุง ุจูุณูุญูุงุจูุฉู ููุฏู ุฃูุธููููุชูููู ููููุธูุฑูุชู ููุฅูุฐูุง ูููููุง ุฌูุจูุฑูููู ููููุงุฏูุงููู ููููุงูู ุฅูููู ุงูููููู ููุฏู ุณูู
ูุนู ูููููู ููููู
ููู ูููู ููู
ูุง ุฑูุฏูููุง ุนููููููู ููููุฏู ุจูุนูุซู ุฅููููููู ู
ููููู ุงููุฌูุจูุงูู ููุชูุฃูู
ูุฑููู ุจูู
ูุง ุดูุฆูุชู ูููููู
ู ููููุงุฏูุงููู ู
ููููู ุงููุฌูุจูุงูู ููุณููููู
ู ุนูููููู ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ููููุงูู ุฐููููู ูููู
ูุง ุดูุฆูุชู ุฅููู ุดูุฆูุชู ุฃููู ุฃูุทูุจููู ุนูููููููู
ู ุงููุฃูุฎูุดูุจููููู ููููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุจููู ุฃูุฑูุฌูู ุฃููู ููุฎูุฑูุฌู ุงูููููู ู
ููู ุฃูุตูููุงุจูููู
ู ู
ููู ููุนูุจูุฏู ุงูููููู ููุญูุฏููู ููุง ููุดูุฑููู ุจููู ุดูููุฆูุง. (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู).
'Aisyah radhiyallahu โanha, istri Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bercerita kepadanya bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, "Apakah baginda pernah mengalami peristiwa yang lebih berat dari kejadian perang Uhud?โ Beliau menjawab, "Sungguh aku sering mengalami peristiwa dari kaummu. Dan peristiwa yang paling berat yang pernah aku alami dalam menghadapi mereka adalah ketika peristiwa al-'Aqabah, saat aku menawarkan diriku kepada Ibnu 'Abdi Yalil bin 'Abdu Kulal agar membantuku namun dia tidak mau memenuhi keinginanku hingga akhirnya aku pergi dengan wajah gelisah dan aku tidak menjadi tenang kecuali ketika berada di Qarnu ats-Tsa'aalib (Qarnu al-Manazil). Aku mendongakkan kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang memayungiku lalu aku melihat ke arah sana dan ternyata ada malaikat Jibril yang kemudian memanggilku seraya berkata, โSesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu kepadamu dan apa yang mereka timpakan kepadamu. Dan Allah telah mengirim kepadamu malaikat gunung yang siap diperintah apa saja sesuai kehendakmu.โ Maka malaikat gunung berseru dan memberi salam kepadaku kemudian berkata, โWahai Muhammad. Apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu kehendaki, aku timpakan kepada mereka dua gunung ini.โ Maka Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โTidak. Bahkan aku berharap Allah akan memunculkan dari anak keturunan mereka orang yang menyembah Allah satu-satunya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun."[17]
ุนููู ุฃูุจูู ุณูููููู
ูุงูู ู
ูุงูููู ุจููู ุงููุญูููููุฑูุซู ููุงูู ุฃูุชูููููุง ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุญููู ุดูุจูุจูุฉู ู
ูุชูููุงุฑูุจูููู ููุฃูููู
ูููุง ุนูููุฏููู ุนูุดูุฑูููู ููููููุฉู ููุธูููู ุฃููููุง ุงุดูุชูููููุง ุฃูููููููุง ููุณูุฃูููููุง ุนูู
ูููู ุชูุฑูููููุง ููู ุฃูููููููุง ููุฃูุฎูุจูุฑูููุงูู ููููุงูู ุฑููููููุง ุฑูุญููู
ูุง ููููุงูู ุงุฑูุฌูุนููุง ุฅูููู ุฃููููููููู
ู ููุนููููู
ููููู
ู ููู
ูุฑููููู
ู ููุตูููููุง ููู
ูุง ุฑูุฃูููุชูู
ููููู ุฃูุตููููู ููุฅูุฐูุง ุญูุถูุฑูุชู ุงูุตููููุงุฉู ููููููุคูุฐูููู ููููู
ู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุซูู
ูู ููููุคูู
ููููู
ู ุฃูููุจูุฑูููู
ู. (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู).
Abu Sulaiman Malik bin Al-Huwairits berkata, "Kami datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sedangkan waktu itu kami adalah pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama beliau selama dua puluh malam. Beliau mengira kalau kami merindukan keluarga kami, maka beliau bertanya tentang keluarga kami yang kami tinggalkan. Kami pun memberitahukannya. Sungguh beliau adalah seorang yang sangat penyayang dan sangat lembut. Beliau bersabda, "Pulanglah ke keluarga kalian. Tinggallah bersama mereka dan ajari mereka serta perintahkan mereka dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat. Jika telah datang waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan yang paling tua dari kalian hendaknya menjadi imam kalian."[18]
Hadits-hadits di atas adalah contoh nyata persaksian sahabat betapa sisi-sisi kehidupan Nabi, dihiasi dengan sifat kelembutan dan berakhlak yang mulia.
Memungkasi tulisan ini kiranya baik kalau kita tutup dengan disimpulkan Ibnul Qayyim bahwa akhlak yang mulia dibangun di atas 4 asas: Sabar, 'Iffah, Berani, dan Adil.
- Sabar. Banyak husnuzhzhan terhadap sesama saudara muslim. Bersikap lembut, sabar, dan tidak keras; menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan akibat yang tidak baik.
- โIffah. Seseorang harus mampu untuk menjauhi hal-hal yang rendahan, hina, dan jelek; berupa perkataan maupun perbuatan. Mempertebal rasa malu, karena malu adalah pangkal semua kebaikan. Menjauhkan diri dari kebiasaan keji, bohong, dusta, ghibah, dan namimah.
- As-Syajaโah. Sifat untuk mempertahankan harga diri dan menjaga akhlak yang mulia, menahan hawa nafsu dan menghiasi diri dengan kelembutan.
- Adil. Mampu bersikap moderat (pertengahan). Tidak bersikap berlebihan dan tidak juga meremehkan. Adil dalam bermuamalah baik dengan keluarga, kerabat, teman dekat, maupun orang lain.
- Jahl (kebodohan): Akibatnya salah melihat; yang baik dianggap jelek yang sempurna dianggap kurang, dan sebaliknya.
- Zhulm. Meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, tidak suka terhadap hal yang diridhoi Allah, bakhil tentang sesuatu yang semestinya diberikan, keras terhadap sesuatu yang mestinya disikapi dengan lembut, bersikap lemah yang mestinya disikapi dengan penuh keberanian, takabur terhadap orang yang tawadhu, dan lain-lain.
- Syahwat. Mempunyai sifat yang tamak, kikir, bakhil, tidak loman, keperluannya tidak habis-habis yang dipikirkan perkara dunia saja.
- Ghadhab. Satu sikap yang muncul karena punya sifat sombong, dengki, hasad, suka permusuhan, dan kebodohan.

Author