
Orang Kafir Masuk Surga Jika Beramal Shalih?
ููููุฏูู ูููุง ุฅูููู ู ูุง ุนูู ููููุง ู ููู ุนูู ููู ููุฌูุนูููููุงูู ููุจูุงุกู ู ูููุซููุฑูุง
Dan kami perlihatkan segala amal kebaikan yang dilakukan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan:23) Imam Ibnu Katsir menjelaskan arti ayat tersebut dengan berkata:โKetika Allah Taโala menghisab amalan para hambaNya yang baik dan yang buruk pada hari kiamat. Pada waktu itu amalan orang-orang musyrikin yang disangka membawa kebaikan bagi mereka, ternyata tidak memiliki nilai apapun. Hal itu disebabkan tidak terpenuhinya syarat diterimanya amalan, yaitu ikhlas hanya kepada Allah dan sesuai dengan syariat Allahโ (Tafsir Ibnu Katsir 6/103) Dan Allah menjelaskan dalam firmanNya yang lain:ููุงูููุฐูููู ููููุฑููุง ุฃูุนูู ูุงููููู ู ููุณูุฑูุงุจู ุจููููุนูุฉู ููุญูุณูุจููู ุงูุธููู ูุขูู ู ูุงุกู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ุฌูุงุกููู ููู ู ููุฌูุฏููู ุดูููุฆูุง
Dan orang-orang yang kafir kapada Allah, amal-amal yang mereka kerjakan tidaklah diberikan pahala sama sekali, ia laksana fatamorgana di tanah yang rendah lagi datar, yang dilihat dan disangka air oleh orang-orang yang sangat dahaga, lalu ia pun mendatanginya, tetapi ketika mendatanginya dia tidak mendapati apapun (An Nur:39) Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:ุฅูููู ุงูููู ููุง ููุธูููู ู ู ูุคูู ูููุง ุญูุณูููุฉูุ ููุนูุทูู ุจูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ููููุฌูุฒูู ุจูููุง ููู ุงููุขุฎูุฑูุฉูุ ููุฃูู ููุง ุงููููุงููุฑู ููููุทูุนูู ู ุจูุญูุณูููุงุชู ู ูุง ุนูู ููู ุจูููุง ููููููู ููู ุงูุฏููููููุงุ ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ุฃูููุถูู ุฅูููู ุงููุขุฎูุฑูุฉูุ ููู ู ุชููููู ูููู ุญูุณูููุฉู ููุฌูุฒูู ุจูููุง
Bahwasanya Allah Taโala tidak mendzolimi seorang mukmin atas amalan kebaikan yang dia lakukan, Allah membalas kebaikannya di dunia dan di akhirat. Adapun orang kafir Allah memberinya makanan (rizki) di dunia sebagai balasan atas kebaikannya, akan tetapi ketika seorang di akhirat nanti, maka kebaikannya tidak ada nilainya lagi dan dia tidak mendapatkan balasan apa-apa. (HR. Muslim No.2162) Imam An Nawawi berkata: โSeluruh ulama telah berijmaโ (bersepakat) bahwa seorang kafir setelah dia meninggal dunia, dia tidak mendapatkan pahala di akhirat dan tidak mendapatkan balasan atas amalan kebaikan yang dia lakukan di duniaโ. (Syarah Shohih Muslim, 17/150) Dari penjelasan dan dalil-dalil yang disebutkan, dengan jelas kita mengetahui bahwa balasan perbuatan orang kafir hanya di dunia, dan tidak mendapatkan balasan Allah Taala di akhirat karena dia tidak mengharap dari amalannya balasan di akhirat atau amalannya tersebut tidak ikhlas karena Allah dan tidak sesuai dengan syariat Allah. Artinya, orang kafir tidak mungkin masuk surga karena amalan kebaikan yang dia lakukan tidak memenuhi syarat sebagai amal sholeh yang memasukkannya ke dalam surga. Bahkan seorang muslimpun tidak mendapatkan pahala kebaikannya apabila tidak memenuhi syarat ikhlas dan sesuai syariat. Wallahuโalam. *** Dijawab oleh Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf , Lc. MA. (Dosen Ilmu Hadits STDI Jember) sumber https://konsultasisyariah.com
Author