KEBOHONGAN YANG PALING BESAR DOSANYA

ย 

ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุงุซูู„ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ู‚ูŽุนู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุงู„ู’ููุฑูŽู‰ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุชูŽุฑููŠูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุชูŽุฑููŠูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ููŽูŠูุฏู’ุนูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽุจููŠู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุณูŽู…ูุนูŽู†ููŠ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู’ ู…ูู†ู‘ููŠ

Dari Watsilah bin Al Asyqa' berkata; saya mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œSebesar-besarnya kebohongan ada tiga: Kebohongan seorang dengan kedua matanya, ia berkata; 'saya melihat' padahal ia tidak melihat. Kebohongan seorang dengan menasabkan diri kepada selain kedua orang tuanya, lalu ia dipanggil dengan nasab selain nama bapaknya, dan Perkataan seorang bahwa ia mendengar dariku (Rasulullah ๏ทบ) padahal ia tidak mendengar dariku.โ€(Hadits Riwayat Ahmad - 15434)

Penjelasan hadits:

Kebohongan yang paling besar dosanya ialah:

1. Berbohong kepada kedua matanya Berani berkata,โ€Kami melihat dengan kedua mata kamiโ€, padahal tidak melihat.

2. Berbohong kepada orang tuanya Contohnya menisbat orang tuanya padahal tidak; seperti,โ€Muhammad bin Fullanโ€ padahal bukan bapaknya.

3. Berbohong kepada Rasul ๏ทบ. Kami mendengar dari Nabi ๏ทบ, padahal tidak mendengar.

Faedah hadits:

1. Nabi ๏ทบ memperingatkan, mengaburkan kenyataan sebenarnya dengan dusta dan kebohongan ini berbahaya bagi pribadi dan masyarakat.

2. Masalah ini kebohongan paling besar karena akibatnya merusak nasab dan menimbulkan fitnah.

3. Kebohongan ini kami ulangi

  • Kami melihat dengan kedua mata padahal tidak melihat.
  • Mengaku orang tua padahal bukan orang tua senasab.
  • Mengatakan kami mendengar dari Rasulullah ๏ทบ padahal tidak mendengar. Ketiga hal tersebut di atas berbahaya bagi umat Islam dan termasuk kebohongan yang paling besar.

***

Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nidaโ€™ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab โ€œAl-Arbaโ€™una Tsulatsiyah Fii Taujihat Nabawiyahโ€, karya: Syaikh Saโ€™ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta

Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

Abu Bassam

Author