RESMI DIBENTUK, LAJNAH BUHUTS ILMIYAH (LBI) ICBB_YMAI MULAI SUSUN KITAB FIKIH TA’SHILI
(ICBB–YOGYA) Lajnah Buhuts Ilmiyah (LBI) Islamic Centre Bin Baz Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy (YMAI) resmi dibentuk pada 14 April 2026 sebagai lembaga ilmiah yang bergerak dalam bidang pengkajian, penelitian, penulisan, dan pengembangan keilmuan Islam berbasis Al-Qur’an, As-Sunnah, dan pemahaman salafus shalih.
LBI berada di bawah naungan Islamic Centre Bin Baz (ICBB) YMAI Yogyakarta dengan visi menjadi lembaga ilmiah unggulan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu syar‘i serta menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi buhuts ilmiyah di lingkungan pesantren dan masyarakat.
Di antara misi utama LBI adalah:
- menghidupkan tradisi kajian ilmiah,
- menyusun karya tulis dan panduan fikih,
- mengembangkan maktabah sebagai pusat rujukan ilmu,
- serta menghadirkan pembahasan fikih yang ilmiah, moderat, dan aplikatif.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan tersebut, LBI menggelar pertemuan ilmiah rutin pada Kamis, 07 Mei 2026, bertempat di Ruang VIP ICBB–YMAI, mulai ba’da Ashar hingga pukul 22.45 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina, Tim Ahli Ilmu, dan Koordinator Pelaksana LBI.
Pembina yang hadir:
Ustadz Abu Nida’, Lc
Tim Ahli Ilmu yang hadir:
- Ustadz Zaenuddin (Ketua)
- Ustadz Dr. Jundi Soehardin Abdullah
- Ustadz Dr. Agustiar Abu Ibrahim
- Ustadz Luqman Supriyadi, M.M
- Ustadz Ahmad Ikhsanuddin, Lc
- Ustadz Tg. Rezi Albar Asy-Syafi’i
- Ustadz Mubarok, M.Pd
- Ustadz Muhammad Syafi’i, M.Pd
- Ustadz Nur Aprianto, M.Pd
- Ustadz Faiz Sofyan Abu Fawwaz, Lc
- Ustadz Marwan, B.A
- Ustadz Dr. Adi Haironi, M.Pd.I
- Ustadz Sugeng Aprilianto, S.Ag
Koordinator Pelaksana yang hadir:
- Ustadz Turahmin, M.H (Ketua)
- Abu Bassam
- Fajar Nor
- Muhammad Hadin
- Rifki Hidayat
Dalam sambutannya, Ustadz Abu Nida’ hafizhahullah selaku Pembina Lajnah Buhuts Ilmiyah (LBI) menekankan pentingnya menjaga kesinambungan dakwah ilmiah di tengah wafatnya banyak ulama dan dai Ahlus Sunnah. Beliau menyampaikan bahwa dakwah membutuhkan keikhlasan, kedisiplinan, dan strategi yang matang agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Beliau juga mengingatkan agar para penuntut ilmu tidak bersikap fanatik berlebihan kepada tokoh atau madzhab tertentu, serta menjaga adab terhadap para ulama dan perbedaan pendapat ilmiah.
“Masalah ilmiah harus disikapi dengan keluasan pandangan dan adab. Kita hidup di Indonesia sehingga perlu mempertimbangkan maslahat dan mudarat, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama‘ah,” beliau menegaskan.
Dalam arahannya, beliau turut mendorong agar LBI mampu menghadirkan produk-produk ilmiah yang bermanfaat bagi umat, seperti:
- buku-buku tata cara ibadah,
- panduan fikih praktis,
- publikasi ilmiah berkala,
- serta media dakwah digital dan majalah fatwa online.
Beliau juga mengingatkan pentingnya:
- tidak menyerang ulama,
- tidak terlalu ta‘ashub kepada tokoh tertentu,
- serta tetap membuka diri terhadap khazanah ilmu para ulama lintas negeri dan lintas madzhab dalam - bingkai Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.
Dalam pertemuan tersebut, LBI mulai menyusun rancangan kitab fikih ta’shili yang akan menjadi salah satu proyek ilmiah resmi Islamic Centre Bin Baz. Beberapa usulan judul kitab yang dibahas antara lain:
- Himpunan Fikih Shahih bagi Muslim dan Muslimah
- Kumpulan Fikih Islam Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah
- Himpunan Fikih Islam bagi Muslim dan Muslimah
Kitab ini dirancang sebagai panduan fikih yang:
- mudah dipahami masyarakat umum,
- tetap ilmiah bagi penuntut ilmu,
- dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Penyusunan kitab akan dilakukan oleh Tim LBI Islamic Centre Bin Baz dengan metode ilmiah yang berlandaskan:
- Al-Qur’an,
- Sunnah Nabi ﷺ yang shahih,
- atsar sahabat,
- ijma‘ ulama,
- -serta khazanah fikih lintas madzhab.
Dalam pembahasan juga disepakati bahwa LBI akan mengembangkan model tarjih jama‘i dengan tetap menjaga adab ilmiah, menghormati perbedaan pendapat ulama, serta menghindari sikap berlebihan dalam menyikapi khilafiyah.
Selain itu, LBI juga merancang penyusunan kitab fikih secara bertahap mulai dari:
- thaharah,
- shalat,
- zakat,
- puasa,
- haji,
- muamalah,
- hingga berbagai pembahasan kontemporer seperti fikih kedokteran dan fikih sosial masyarakat modern.
Kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar Islamic Centre Bin Baz untuk:
- menghidupkan tradisi buhuts ilmiyah,
- melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat,
- membangun budaya ilmiah di lingkungan pesantren,
- serta mewujudkan maktabah dan pusat kajian Islam yang kuat di Yogyakarta.
Pertemuan lanjutan LBI dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026, ba’da Ashar hingga pukul 21.00 WIB di Ruang VIP ICBB–YMAI dengan agenda melanjutkan penyusunan outline kitab fikih pada pembahasan:
- Kitab Talak,
- Khulu‘,
- Ila’,
- Zhihar,
- Li‘an,
- ‘Iddah,
- Hadhanah,
- Kitab Waris,
- Kitab Jual Beli,
- Kitab Hudud,
- Kitab Jinayat,
- Kitab Jihad,
- Kitab Thibb,
- serta Kitab Adab an-Nafs.
Semoga Allah Ta‘ala memberikan keberkahan dan menjadikan seluruh aktivitas ilmiah ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi umat Islam.
Kontributor: Tim redaksi
Abu Bassam
Author