PENGERTIAN WASATHIYYAH
Oleh: Al-Ustadz Abu Nidaโ Chomsaha Sofwan, Lc.
Secara Bahasa
Wasathiyyah berasal dari kata ููุณูุทู โ ููุณูุทู โ ููุณูุทูุง โ ููุณูุทูุง โ ููุณูุทูุฉู; dan wasathiyah merupakan bentuk nisbah dari kata wasathun, dengan menambah huruf โูโ diakhirnya sehingga menjadi kata sifat, yang artinya bagian tengah, pertengahan, berada dalam kebenaran dan keadilan, seuatu yang mulia, pilihan, pertengahan dari segala sesuatu, moderat, tidak ekstrim kanan dan kiri, keutamaan, diterima dengan baik, yang paling adil.[1]
Contoh penggunaan akhiran โูโ: insan artinya manusia, tetapi insaniyah artinya kemanusiaan. Jadi wasathiyah artinya hal yang berkaitan dengan moderat atau sikap pertengahan, atau perilaku yang adil dan tidak memihak.
Secara Istilah
Dari penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa wasathiyah adalah bersikap pertengahan, moderat, adil dalam setiap perkara, menghindari dari sikap ekstrim kanan (ghuluw: ุบูููููู) dan ekstrim kiri (tafrith: ุชูููุฑููุทู), dan memilih perkara yang paling bermanfaat dan paling sempurna.
Catatan kaki:
[1] al-Allamah Abu al-Fadl Jamaluddin Muhammad bin Mukarram Ibn Manzur al-Ifriqi Al-Mishri, ููุณูุงูู ุงููุนูุฑูุจู (Beirut, Lebanon: Dar Shadir, 2010).
Sumber: Ustadz Abu Nidaโ Chomsaha Sofwan. Khittah Wasathiyah (Moderasi). Cet. 1. Yogyakarta: Pustaka Atturots, 2026.
Abu Bassam
Author