TIGA HAL YANG TIDAK BOLEH MAIN-MAIN DIUCAPKAN

ย 

ุนูŽู†ู’ ููุถูŽุงู„ูŽุฉู ุจู’ู†ู ุนูุจูŽูŠู’ุฏู, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ, ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฌููˆู’ุฒู ุงู„ู„ูŽู‘ุนูุจู ูููŠู’ู‡ูู†ูŽู‘, ุงูŽู„ุทูŽู‘ู„ุงูŽู‚ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูƒูŽุงุญู ูˆูŽ ุงู’ู„ุนูุชู’ู‚ู

Dari Fudlalah bin โ€˜Ubaid, Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œAda tiga perkara yang tidak boleh dibuat permainan, yaitu: Talak, Nikah dan Memerdekakan budak.โ€ (Hadits Riwayat Thabrani)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุฌูŽุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูŽุฏู‘ูŒ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูŽุฏู‘ูŒ ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌู’ุนูŽุฉู

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œTiga perkara, seriusnya adalah serius dan candanya adalah serius, yaitu: Nikah, Perceraian, dan Pencabutan perceraian.โ€ (Hadits Riwayat Abu Daud - 1875)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุฌูุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูุฏู‘ูŒ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูุฏู‘ูŒ ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌู’ุนูŽุฉู

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œAda tiga perkara yang sungguh-sungguhnya menjadi sungguh dan senda guraunya menjadi sungguh-sungguh: Nikah, Talak dan Ruju'.โ€ (Hadits Riwayat Tirmidzi - 1104).

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุฌูุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูุฏู‘ูŒ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูุฏู‘ูŒ ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌู’ุนูŽุฉู

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œAda tiga perkara baik dilakukan dengan serius atau dengan main-main hukumnya tetap berlaku: Nikah, Talak dan Rujuk.โ€ (Ibnu Majah - 2029).

Nikah ialah apabila ada wali yang menawarkan untuk menikah dengan anaknya terus yang ditawari setuju dan cocok maka itu sudah (nikah) karena terjadi transaksi (ada tawaran terus diterima).

Al-โ€˜anf ialah jika diucapkan oleh yang punya. Contoh, merdeka diucapkan kepada budak maka merdekalah budak tersebut karena Allah, wallahu aโ€™lam.

Faedah hadits:

1. Terkait tiga hal tersebut diatas kita harus hati-hati tidak boleh main-main melontarkannya: Talaq, Nikah, Memerdekakan budak dan ditambah Rujuk dari perceraian, karena semuanya mempunyai akibat yang serius dan bisa menyesal.

2. Bahayanya lisan kalau tidak di pikir dulu, banyak yang menyesal.

3. Seseorang harus benar-benar memilih kalimat yang akan keluar, sebelum keluar sebaiknya dipikir dulu kalau baik keluarkanlah, kalau tidak jangan di keluarkan, kata Imam Syafiโ€™i.

***

Disadur secara bebas oleh: Al-Ustadz Abu Nidaโ€™ Chomsaha Shofwan, Lc., Hafizhahullah, dari Kitab โ€œAl-Arbaโ€™una Tsulatsiyah Fii Taujihat Nabawiyahโ€, karya: Syaikh Saโ€™ad bin Muhammad at-Thukhis.

Editor: @rimoesta

Team Redaksi: Ustadz Abu Abdillah Mubarok, M.Pd. dan Ustadz Abu Layla Turahmin, M.H. Hafizhahumallah

Abu Bassam

Author