TAAT KEPADA PEMERINTAH YANG ZHALIM
ย
Sikap seorang Muslim terhadap pemerintah, termasuk ketika menghadapi kezhaliman dan kebijakan yang tidak disukai, merupakan perkara penting yang perlu dipahami berdasarkan bimbingan Al-Qurโan dan As-Sunnah. Melalui nukilan salah satu bab dari buku Wathaniyah karya Ustadz Abu Nidaโ Chomsaha Sofwan, Lc. ini, pembaca diajak untuk memahami tuntunan Nabi ๏ทบ dalam menyikapi penguasa, menunaikan hak dan kewajiban, serta menjaga sikap sesuai dengan prinsip-prinsip Islam ketika menghadapi berbagai keadaan yang tidak menyenangkan.
ุนููู ุญูุฐูููููุฉู ุจููู ุงููููู ูุงูู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู: ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ูุงู : ููููููู ุจูุนูุฏูู ุฃูุฆูู ููุฉู ููุง ููููุชูุฏูููู ุจูููุฏูุงููุ ููููุง ููุณูุชููููููู ุจูุณููููุชููุ ููุณููููููู ู ูููููู ู ุฑูุฌูุงูู ูููููุจูููู ู ูููููุจู ุงูุดููููุงุทูููู ููู ุญูุซูู ูุงูู ุฅูููุณูุ
Sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman z menuturkan dari Nabi ๏ทบ bersabda, โSetelahku akan ada para imam yang tidak mengambil petunjukku dan Sunnahku. Akan bangkit di kalangan mereka orang-orang yang hatinya seperti hati setan dalam tubuh manusia.โ
ููุงูู: ููููุชู: ูููููู ุฃูุตูููุนู ููุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ ุฅููู ุฃูุฏูุฑูููุชู ุฐูููููุ
Hudzaifah berkata, Aku bertanya kepada beliau, โBagaimana aku berbuat wahai Rasulullah ๏ทบ, jika aku mendapati hal yang demikian?โ
ููุงูู: ุชูุณูู ูุนู ููุชูุทููุนู ููุฃู ูุฑูุ ููุฅููู ุถูุฑูุจู ุธูููุฑูููุ ููุฃูุฎูุฐู ู ูุงููููุ ููุงุณูู ูุนู ููุฃูุทูุนู
Beliau ๏ทบ menjawab, โKamu harus mendengar dan taat kepada penguasa, kendati dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu. Kamu harus tetap mendengar dan taat.โ (Hadits Riwayat Imam Muslim (3/1476) dari jalan Abu Salam, dari Hudzaifah bin Al-Yaman, dan itu terkandung dalam Mutaba'at)
ููุนููู ุงุจููู ู ูุณูุนููุฏู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู : ุฅูููููุง ุณูุชูููููู ุจูุนูุฏูู ุฃูุซูุฑูุฉูุ ููุฃูู ููุฑู ุชููููุฑููููููุง.
Sahabat Ibnu Masโud c menuturkan dari Rasulullah ๏ทบ bersabda, โSetelahku nanti akan terjadi perampasaan hak dan perkara-perkara yang kalian ingkari.โ
ููุงูู: ููุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ ูููููู ุชูุฃูู ูุฑู ู ููู ุฃูุฏูุฑููู ู ููููุง ุฐูููููุ
Ibnu Mas'ud berkata, โWahai Rasulullah ๏ทบ, apa yang kamu perintahkan bila kami menjumpai hal itu?โ
ููุงูู: ุชูููุฏูููููู ุงููุญูููู ุงูููุฐูู ุนูููููููู ูุ ููุชูุณูุฃููููููู ุงูููููู ุงูููุฐูู ููููู ู
Beliau menjawab, โKalian menunaikan hak yang menjadi kewajibannya dan kalian minta kepada Allah apa yang menjadi hakmu.โ
Riwayat lain,
ุฃูุฏูููุง ุฅูููููููู ู ุญููููููู ูุ ููุณููููุง ุงูููููู ุญููููููู ู
โTunaikanlah hak mereka kepada mereka, dan mintalah hakmu kepada Allah.โ (Hadits Riwayat Imam Ahmad (1/384, 386), Imam Bukhari (2/280), Imam Muslim (3/1472), dan Imam Tirmidzi (2190) dari jalur Al 'masy, dari Zaid bin Wahb, dari Ibnu Mas'ud).
Sumber: Khittah Wathaniyah (Kebangsaan): Dasar Politik Islam dalam Berbangsa dan Bernegara, karya Ustadz Abu Nidaโ Chomsaha Sofwan Lc,ย ย cet. ke-2 (Yogyakarta: Pustaka At-Turots, Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy, 1448 H/2026 M), hlm. 9-10.
Tim Redaksi
Author