WASATHIYAH DALAM ASMAโ€™ WA SHIFAT

Pembahasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah (Asmaโ€™ wa Shifat) merupakan salah satu persoalan penting dalam akidah Islam. Dalam masalah ini, muncul berbagai pemahaman yang tidak sama dalam menyikapi ayat-ayat Al-Qurโ€™an dan hadis tentang sifat-sifat Allah. Ada yang berlebihan dalam memahaminya hingga menyerupakan Allah dengan makhluk, sementara ada pula yang mengambil sikap sebaliknya dengan menolak sifat-sifat yang telah disebutkan dalam wahyu.

Lantas, bagaimana sebenarnya sikap Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah dalam memahami Asmaโ€™ wa Shifat? Di manakah letak wasathiyah (sikap pertengahan) dalam persoalan ini? Simak penjelasan Ustadz Abu Nida` Chomsaha Sofwan, Lc berikut ini.

Ahlus sunnah wal jamaโ€™ah dalam sifat-sifat Allah bersikap wasathiyah (moderat) yaitu di antara takthil (yang menolak) dan tamtsil (yang menyerupakan dengan sifat makhluk). [1]

ย 

ยงย  Ahlus sunnah wal jamaโ€™ah ialah mereka menetapkan sifat-sifat Allah l sebagaimana yang ada dalam al-Qurโ€™an dan as-Sunnah tanpa diserupakan dengan sifat makhluk, mereka mensucikan Allah l dari sifat-sifat makhluk dan juga tidak menolak sifat-sifat tersebut.

ยงย  Ahlus sunnah wal jamaโ€™ah bersikap pertengahan atau moderat di antara dua firqah tersebut di atas (menyerupakan dengan sifat makhluk dan menolak sifat-sifat-Nya). Ahlus sunnah wal jamaโ€™ah berpendapat sifat Allah l ditetapkan dan disucikan dari kesamaan terhadap makhluk.

Kesimpulannya :

Ahlus sunnah wal jamaโ€™ah menetapkan Asma dan Sifat Allah sebagaimana apa yang ada dalam al-Qurโ€™an dan al-Hadits yaitu: tanpa tamtsil (tidak disamakan dengan makhluk), tanpa takthil (tidak ditolak), tanpa tahrif (tidak dirubah maknanya), tanpa takyif (tidak ditanyakan bagaimananya, tetapi ditetapkan dan diimani).

Catatan kaki:

[1] Muhammad bin Ibrahim Al-Hamad, ุนูŽู‚ููŠุฏูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู: ู…ูŽูู’ู‡ููˆู…ูู‡ูŽุงุŒ ุฎูŽุตูŽุงุฆูุตูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฎูŽุตูŽุงุฆูุตู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง, Edisi ke-2 (Riyadh: Dar Ibnu Khuzaimah, 1998).

Sumber: Ustadz Abu Nidaโ€™ Chomsaha Sofwan, Lc. Khittah Wasathiyah (Moderasi). Cet. 1. Yogyakarta: Pustaka Atturots, 2026,hlm. 12

Tim Redaksi

Author